Checklist Memilih Vendor Pembuatan Website (dan Tanda Bahayanya)
Giattech
Studio Aplikasi Web
22 pertanyaan yang harus Anda ajukan sebelum menandatangani kontrak pembuatan website, plus tanda bahaya yang sering muncul di penawaran murah.
Daftar Isi
Memilih vendor website adalah keputusan yang sulit dinilai dari luar. Portofolio bisa terlihat bagus tapi tidak menunjukkan apakah proyeknya selesai tepat waktu, apakah klien senang, atau apakah situsnya masih hidup dua tahun kemudian.
Checklist ini adalah pertanyaan yang kami sarankan Anda ajukan — termasuk kepada kami.
Sebelum menghubungi siapa pun: siapkan brief
Vendor yang baik akan mengajukan pertanyaan balik. Tapi Anda akan mendapat penawaran yang jauh lebih akurat kalau membawa informasi ini sejak awal:
- Tujuan bisnis — satu kalimat, dengan angka kalau bisa.
- Siapa penggunanya — pelanggan, staf internal, atau keduanya.
- Contoh website yang Anda suka, dan alasannya.
- Konten yang sudah ada — teks, foto, logo, data.
- Rentang anggaran. Ini bukan kelemahan posisi tawar; ini penghemat waktu semua pihak.
- Tenggat, kalau ada alasan bisnis di baliknya.
Brief satu halaman sudah cukup. Kalau vendor memberi harga tanpa pernah menanyakan hal-hal ini, itu tanda pertama.
22 pertanyaan yang perlu diajukan
Tentang pengalaman
- Bisa saya lihat 3 proyek yang mirip dengan kebutuhan saya?
- Apakah situs-situs itu masih online sekarang?
- Boleh saya menghubungi salah satu klien lama Anda?
- Siapa yang benar-benar akan mengerjakan proyek saya?
- Apakah ada pekerjaan yang disubkontrakkan?
Tentang proses
- Bagaimana alur kerjanya dari awal sampai peluncuran?
- Seberapa sering saya akan mendapat update?
- Bagaimana cara saya melihat progres — ada staging URL?
- Berapa putaran revisi yang termasuk?
- Apa yang terjadi kalau saya minta perubahan di luar lingkup?
Tentang teknis
- Teknologi apa yang dipakai, dan kenapa itu untuk kasus saya?
- Apakah saya bisa mengelola kontennya sendiri?
- Bagaimana pendekatan Anda ke kecepatan dan Core Web Vitals?
- SEO teknis apa saja yang termasuk?
- Apakah situsnya diuji di ponsel sungguhan?
Tentang kepemilikan — bagian paling penting
- Siapa yang memiliki source code setelah proyek selesai?
- Domain didaftarkan atas nama siapa?
- Apakah saya mendapat akses penuh ke hosting?
- Kalau kita berhenti bekerja sama, apa yang saya bawa?
Tentang setelah peluncuran
- Berapa lama masa garansi perbaikan bug?
- Berapa biaya perawatan bulanan, dan apa cakupannya?
- Berapa lama waktu respons kalau ada masalah kritis?
Tanda bahaya
Beberapa hal ini tidak selalu berarti vendor buruk, tapi semuanya layak dipertanyakan.
Harga jauh di bawah pasar tanpa penjelasan. Ada yang dipangkas — biasanya pengujian, revisi, atau dukungan.
Tidak mau menunjukkan proyek yang masih hidup. Portofolio berupa gambar mockup saja adalah tanda tanya besar.
Menjanjikan “peringkat 1 Google” dalam waktu tertentu. Tidak ada yang bisa menjamin itu. Yang bisa dijanjikan adalah fondasi teknis yang benar dan strategi konten.
Domain didaftarkan atas nama mereka. Ini akan menjadi masalah, cepat atau lambat.
Tidak ada kontrak tertulis. Untuk proyek berapa pun nilainya, harus ada dokumen lingkup dan pembayaran.
Komunikasi hanya lewat satu orang yang sulit dihubungi. Sekarang saja sulit, apalagi setelah pembayaran akhir.
Menghindari pertanyaan teknis. Vendor yang kompeten senang menjelaskan pilihan teknisnya.
Semua fitur dijanjikan “bisa”. Vendor berpengalaman akan mengatakan apa yang mahal dan apa yang tidak perlu.
Yang harus ada di kontrak
- Lingkup pekerjaan yang spesifik, dan daftar apa yang tidak termasuk
- Jadwal dengan milestone dan tanggal
- Jumlah revisi
- Kewajiban Anda — terutama tenggat penyediaan konten
- Termin pembayaran (umumnya 40% – 30% – 30%)
- Kepemilikan kekayaan intelektual setelah pelunasan
- Masa garansi
- Prosedur kalau salah satu pihak ingin berhenti
Peran Anda selama proyek berjalan
Sebagian besar keterlambatan proyek website disebabkan pihak klien, bukan vendor. Yang bisa Anda lakukan:
- Tunjuk satu pengambil keputusan. Revisi dari lima orang dengan pendapat berbeda adalah pembunuh jadwal.
- Kirim konten tepat waktu. Ini penyebab keterlambatan nomor satu.
- Berikan feedback yang spesifik. “Kurang menarik” tidak bisa dikerjakan; “judulnya terlalu kecil di ponsel” bisa.
- Kumpulkan revisi dalam satu batch, bukan pesan terpisah setiap jam.
- Uji sendiri sebelum menyetujui. Buka di ponsel Anda, isi form Anda sendiri.
Kalau Anda sedang membandingkan beberapa penawaran
Jangan bandingkan angka totalnya saja. Buat tabel sederhana berisi: lingkup, jumlah halaman, revisi, kepemilikan kode, masa garansi, dan biaya perawatan tahun pertama. Penawaran termurah sering menjadi yang termahal setelah tahun pertama dihitung.
Untuk angka pasarnya, lihat rincian biaya pembuatan website di Indonesia.
Penutup
Vendor yang tepat akan menjawab semua pertanyaan di atas tanpa defensif, dan akan mengajukan pertanyaan yang tidak Anda pikirkan. Itu tanda paling andal yang kami tahu.
Kalau Anda ingin melihat bagaimana kami bekerja, lihat proyek yang sudah kami kirim atau ajukan pertanyaan-pertanyaan di atas kepada kami langsung.
BUTUH BANTUAN?
Punya proyek yang mau dibangun serius?
Giattech membangun aplikasi web, dashboard admin, dan situs berperforma tinggi untuk bisnis di Indonesia. Ceritakan kebutuhan Anda — kami balas dengan rencana, bukan brosur.