Lompat ke konten
Studi Kasus: Segara Seaside Resort — Merapikan Jalur Jaringan Internet itu Penting
Portofolio 4 menit baca

Studi Kasus: Segara Seaside Resort — Merapikan Jalur Jaringan Internet itu Penting

Giattech

Studio Aplikasi Web

Membangun kembali jalur jaringan internet di Segara Seaside agar kualitas jaringan lebih stabil dan mudah dalam maintenance

Daftar Isi

Segara Seaside Resort mengelola properti di Nusa Lembongan dengan tamu yang datang dari berbagai kanal. Internet yang stabil bukan lagi kemewahan — itu bagian dari pengalaman menginap. Masalahnya, jaringan di properti ini sering up and down, dan setiap kali ada gangguan, mencari sumber masalahnya lebih sulit dari memperbaikinya.

Situasi awal

Sebelum proyek dimulai, kondisi jaringan seperti ini:

  • Koneksi internet sering tidak stabil — tamu mengeluh WiFi putus-nyambung
  • Ketika salah satu access point di kamar mati atau error, proses troubleshooting memakan waktu lama
  • Jalur kabel dari instalasi awal berantakan — tidak ada pelabelan, tidak ada dokumentasi jalur
  • Tracing kabel untuk menemukan titik masalah harus dilakukan secara manual dari ujung ke ujung
  • Semua perangkat — tamu, CCTV, dan operasional — berada di satu jaringan yang sama, saling berebut bandwidth
  • Tidak ada sistem kontrol terpusat untuk memonitor dan mengelola jaringan

Singkatnya: kalau ada masalah, tidak ada yang tahu kabel mana yang menuju ke mana.

Yang kami temukan di lapangan

Saat survei awal, kami menelusuri setiap jalur kabel dari rack ke masing-masing access point dan perangkat. Beberapa temuan utama:

Kabel tanpa identitas. Tidak ada satu pun kabel yang diberi tag name atau label. Di rack, puluhan kabel UTP masuk tanpa tanda — untuk tahu kabel mana yang menuju kamar mana, satu-satunya cara adalah cabut dan lihat mana yang mati.

Jalur kabel tidak terstruktur. Beberapa kabel mengambil jalur yang tidak perlu panjang, ada yang ditekuk tajam, dan ada yang digabung dengan kabel listrik. Ini menyebabkan interferensi dan koneksi yang tidak konsisten.

Satu jaringan untuk semua. Perangkat CCTV, WiFi tamu, dan komputer operasional semua berada di subnet yang sama. Ketika tamu ramai dan streaming, CCTV ikut terdampak. Tidak ada prioritas bandwidth.

Apa yang kami kerjakan

Penataan ulang jalur kabel

Langkah pertama bukan menambah perangkat — tapi merapikan yang sudah ada. Setiap kabel diberi label di kedua ujungnya dengan format yang konsisten: lokasi perangkat, nomor port, dan fungsi. Kabel yang rusak atau terlalu panjang diganti. Jalur yang berantakan dirapikan agar mudah ditelusuri saat troubleshooting berikutnya.

Hasilnya: ketika ada laporan WiFi mati di kamar tertentu, tinggal baca label di rack, langsung ketemu kabelnya.

Segmentasi jaringan dengan VLAN

Kami memisahkan jaringan menjadi beberapa segmen menggunakan VLAN:

VLAN Tamu — khusus untuk WiFi yang diakses tamu. Bandwidth dialokasikan sesuai kapasitas yang dimiliki properti, sehingga penggunaan bisa dikontrol tanpa mengganggu operasional.

VLAN CCTV — jalur terpisah untuk sistem pengawasan. CCTV membutuhkan bandwidth yang konsisten untuk streaming dan recording. Dengan VLAN sendiri, kualitas rekaman tidak lagi terganggu oleh traffic tamu.

VLAN Operasional — untuk komputer front office dan perangkat internal lainnya.

Pemisahan ini memastikan masing-masing segmen punya alokasi bandwidth yang jelas dan tidak saling mengganggu.

Kontrol terpusat dengan MikroTik

Seluruh VLAN dikelola melalui MikroTik sebagai DHCP server dan router utama. Dari satu titik kontrol, kami bisa:

  • Mengatur alokasi bandwidth per VLAN sesuai kapasitas internet yang tersedia
  • Memonitor perangkat mana yang aktif dan mana yang bermasalah
  • Membatasi atau memprioritaskan traffic tertentu
  • Melakukan troubleshooting tanpa harus ke lokasi fisik perangkat

MikroTik dipilih karena fleksibel, ringan, dan sudah menjadi standar di banyak properti hospitality di Indonesia.

Hasilnya

  • Jaringan internet lebih stabil — keluhan tamu soal WiFi putus turun drastis
  • Troubleshooting yang sebelumnya bisa memakan waktu berjam-jam, sekarang bisa dilakukan dalam hitungan menit berkat pelabelan dan dokumentasi jalur
  • Bandwidth terkelola — CCTV tidak lagi terganggu saat tamu ramai, dan sebaliknya
  • Tim operasional bisa memonitor kondisi jaringan dari satu dashboard tanpa harus tracing kabel manual
  • Ketika ada penambahan access point atau perangkat baru, tinggal ikuti jalur dan standar yang sudah ada

Pelajaran

Infrastruktur yang rapi menghemat lebih banyak waktu daripada perangkat yang mahal. Access point terbaik pun tidak akan membantu kalau jalur kabelnya berantakan dan tidak terdokumentasi. Rapikan dulu fondasi, baru bicara upgrade.

VLAN bukan hanya untuk jaringan besar. Bahkan untuk properti skala kecil-menengah, memisahkan traffic tamu dan CCTV sudah memberikan perbedaan yang terasa. Ini soal kontrol, bukan soal skala.

Label itu investasi. Satu jam memasang label di semua kabel menghemat puluhan jam troubleshooting di masa depan. Tidak ada alasan untuk melewatkan langkah ini.

Lihat lebih lanjut

Ringkasan proyek ini ada di halaman portofolio kami. Untuk studi kasus lain dengan pendekatan berbeda, baca studi kasus Bintan Prestige.

Kalau jaringan di properti Anda sering bermasalah dan troubleshooting terasa seperti menebak-nebak, mari bicarakan.

Tag Studi KasusNetworkResortMaintenanceSetupMikroTikVLAN

BUTUH BANTUAN?

Punya proyek yang mau dibangun serius?

Giattech membangun aplikasi web, dashboard admin, dan situs berperforma tinggi untuk bisnis di Indonesia. Ceritakan kebutuhan Anda — kami balas dengan rencana, bukan brosur.

Proyek terkait Setup Network Segara Seaside Resort Implemented VLAN segmentation and Mikrotik routing for optimal bandwidth management, guest network security, and guest management isolation. Lihat proyek